Thursday, July 18, 2013

Vaulted 7 Golden Mosque in the World Published On July 11, 2012


Vaulted 7 Golden Mosque in the World Published On July 11, 2012 the mosque with a golden dome is incredible sunguh only certain mosques are built with gold domes and there are only a few mosques in the world in the wake of one of the golden dome mosque is to 7 The following would know it refer to any kind of mosque 7 golden domed mosque following. 1. Masjid Jame 'Asr or Masjid Bandar Seri Begawan in Brunei Mosque which is part of the palace complex Bolkiah was founded in the mid 1980's to commemorate the 25 year rule of Sultan Hassanal Bolkiah. The mosque has 29 domes made of pure 24 carat gold. Building located in the middle of this beautiful garden has an area of ​​almost 2 acres. Overall this mosque area lined with iron grating with length of approximately 1,082 km. There are five entrances to this location, in addition to two special entrance for the royal family and state guests. The mosque has four towers, each 189 feet high, of which there are approximately 297 children in each of the tower stairs. Through the tower, visitors can see the sights around the mosque and also the view of Bandar Seri Begawan and Kampong Ayer. 2. Al-Askari Mosque in Samarra, Iraq's al-Askari Mosque is a Shiite mosque which was built in the year 944 AD The mosque is located in the city of Samarra, Iraq. But unfortunately, this mosque was destroyed in February 2006 due indirectly from the U.S. invasion of Iraq. 3. As Qubbah mosque Sakhrah / Dome of the Rock in Jerusalem, Palestine Mosque Qubbah As Sakhrah or known by the Dome of the Rock was built in the years around 690M by Abdul Malik ibn Marwan which is one of the sons of the king of the Umayyad and then followed by the construction of the Aqsa Mosque which was completed in 710M. The first mosque-until now-may also be considered as the Al Aqsa mosque. Clarification of this can be seen in Harry Sufehmi blog. Some people also think the building is not a mosque but rather just a pile of large rocks. 4. Suneri Mosque, Lahore, Pakistan mosque Suneri have 3 golden dome. A main dome, the other 2 on the right and left. This mosque was founded by Nawab Syed Bhikari Khan, Deputy Governor of Lahore child in 1753 AD 5. Sultan Mosque Singapore in 1928, so get money from UK Trade Kongsi much as SGD 3000, Sultan Singapore company renovating a mosque in the area of ​​Little India. Among other changes as well to replace the old dome with a golden dome. The mosque is soon to be the largest mosque in Singapore, from about 80 mosques. Another case in Singapore. No matter how big mosque built here, not 1-dB sound azan also be sung. "Disruptive peace," someone said. Although Muslims have a unique reminder of prayer like prayer, but because the government does not understand the essence of the "call to prayer" then the sound of azan is prohibited. Because of the Muslim minority in Singapore said nothing. Unmoved. Silence is also an option and they call to prayer rang through the speakers in the room mosque alone: ​​not to come out. The only (possible) should ring the mosque of Sultan mosque azan is around Arab Street. Sultan Mosque is the oldest mosque in Singapore and categorized both national heritage. Therefore, he gets an exception. 6. Sultan Omar Ali Saifuddin Mosque Brunei Brunei has 2 gold domed mosque. Sultan Omar Ali Saifuddin Mosque was first established. Into use in 1958, the mosque is located in the middle of an artificial lake clean. The dome is made of 24 carat gold. Development costs spent USD 5 million. In his day, Masjid Sultan Omar Ali reckoned as one of the most beautiful buildings in the world. 7. Dian Al Mahri Mosque in Depok, Indonesia mosque with a golden dome is the latest Dian Al Mahri Mosque which is located in Depok, West Java, precisely at Jalan Meruyung, Village Limo, District Cinere, Depok. This mosque was built starting in 1999, and the launch in April of 2006. This mosque is the private property of Hajjah (Hj) Djurian Maimoon Dian Al-Rashid, a businessman from Serang, Banten and the owner of the Islamic Center of Yayasan Dian Al-Mahri. This mosque building area reaches 8,000 square meters and stands on an area of ​​70 hectares. In general, following the typology of the mosque architecture mosque architecture in the Middle East with characteristic dome, minaret (tower), pages in the (plaza), and the use of decorative detail or decoration with geometric elements and obelisks, to strengthen the hallmark of Islamic architecture. Another characteristic is the entrance portal and a geometric ornaments and obelisk as ornaments. Pages in measuring 45 x 57 meters and can accommodate 8,000 worshipers. Six tower (minaret) hexagon shape, which symbolizes the pillars of faith, towering as high as 40 meters. The sixth tower was clad in gray granite imported from Italy with a circular ornament. At the peak of the dome there is a 24-karat gold-plated mosaic. While referring to the dome shape dome that is widely used mosques in Persia and India. Domes symbolizing the five pillars of Islam, is entirely clad in 24 carat gold-plated mosaic of the material imported from Italy. In the interior, there are the pillars towering to create a grand-scale space. Space mosque dominated by monochrome color beige main ingredient. The material is made of marble imported from Turkey and Italy. In the middle of the room, hanging lamps made of gold-plated brass weighing 2.7 tons, the process worked experts from Italy. Gardens around the mosque were made with a slick arrangement and detail. In addition to the park, also built houses and mosques founder multipurpose building a rest area visitors. As for parking, prepared a land area of ​​7,000 square meters which can accommodate 1,400 vehicles 300 bus or small vehicle. To reach this location is quite convenient, can use public transport from Depok terminal (number 03) which is headed statues confused. From here could use motorcycles to street Meruyung.


bambangsoenar@gmail.com



7 Masjid Berkubah Emas di Dunia Diterbitkan Pada July 11, 2012 Masjid dengan kubah emas memang sunguh luar biasa hanya masjid masjid tertentu yang di bangun dengan kubah emas dan hanya ada beberapa masjid di dunia ini yang di bangun dengan kubah emas salah satunya adalah ke 7 masjid berikut ini mau tahu masjid apa aja itu simak 7 masjid berkubah emas berikut ini. 1. Masjid Jame’ Asr atau Masjid Bandar Seri Begawan di Brunei Masjid yang merupakan bagian dari kompleks Istana Bolkiah didirikan pada pertengahan tahun 1980-an untuk memperingati 25 tahun Sultan Hassanal Bolkiah berkuasa. Masjid ini memiliki 29 kubah yang terbuat dari emas murni 24 karat. Bangunan yang terletak di tengah taman yang asri ini mempunyai luas hampir 2 hektar lebih. Keseluruhan kawasan masjid ini dipagari dengan kisi-kisi besi dengan panjang kira-kira 1.082 km. Terdapat lima pintu masuk ke lokasi ini, disamping dua pintu khusus untuk keluarga kerajaan dan tamu negara. Masjid ini memiliki 4 menara yang masing-masing tingginya 189 kaki, dimana ada sekitar 297 anak tangga pada setiap menara tersebut. Melalui menara ini, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar masjid dan juga pemandangan Bandar Seri Begawan dan Kampong Ayer. 2. Masjid Al-Askari di Samarra, Irak Masjid Al-Askari merupakan masjid syiah yang di bangun pada tahun 944 M. Masjid ini terletak di kota Samarra, Irak. Namun sayangnya masjid ini hancur pada bulan Februari 2006 akibat tidak langung dari invasi Amerika Serikat ke Irak. 3. Masjid Qubbah As Sakhrah / Dome of the Rock di Yerusalem, Palestina Masjid Qubbah As Sakhrah atau di kenal dengan Dome of the Rock dibangun pada sekitar tahun 690M oleh Abdul Malik bin Marwan yang merupakan salah satu raja dalam bani Umayah dan kemudian diikuti dengan pembangunan Masjidil Aqsha yang selesai pada tahun 710M. Masjid ini dahulu-mungkin juga sampai sekarang- di anggap sebagai masjid Al Aqsha. Klarifikasi hal ini dapat di lihat pada blog Harry Sufehmi. Sebagian orang juga menganggap bangunan ini bukanlah masjid melainkan hanya tumpukan batu besar. 4. Masjid Suneri, Lahore, Pakistan Masjid Suneri memiliki 3 kubah emas. Satu kubah utama, 2 lainnya di sisi kanan dan kiri. Masjid ini didirikan oleh Nawab Syed Bhikari Khan, anak Wakil Gubernur Lahore pada tahun 1753 M. 5. Masjid Sultan Singapura Tahun 1928, begitu mendapat uang dari Kongsi Dagang Inggris sebanyak SGD 3000, Sultan Singapura langsung merenovasi sebuah masjid yang ada di kawasan Little India. Perubahan antara lain juga dengan mengganti kubah lama dengan kubah emas. Masjid ini segera menjadi masjid terbesar di Singapura, dari sekitar 80-an masjid yang ada. Lain halnya di Singapura. Seberapapun besar masjid dibangun di sini, tak 1 dB-pun bunyi adzan boleh dilantunkan. “Menganggu ketenangan,” kata seseorang. Meski muslim perlu pengingat sholat yang unik seperti adzan, tapi karena pemerintah tidak memahami esensi “adzan” maka adzan dilarang bunyi. Karena minoritas maka muslim di Singapura diam saja. Bergeming. Diam juga pilihan dan mereka membunyikan adzan lewat speaker dalam ruangan masjid saja: tak sampai keluar. Satu-satunya (mungkin) masjid yang boleh membunyikan adzan adalah masjid Sultan di sekitar Arab Street. Masjid Sultan adalah masjid tertua kedua di Singapura dan dikategorikan national heritage. Oleh sebab itu, ia mendapat perkecualian. 6. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin Brunei Brunei memiliki 2 masjid yang berkubah emas. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah yang didirikan pertama kali. Mulai digunakan tahun 1958, masjid ini terletak di tengah danau buatan yang bersih. Kubahnya terbuat dari emas 24 karat. Biaya pembangunannya menghabiskan USD 5 juta. Pada zamannya, Masjid Sultan Omar Ali diperhitungkan sebagai salah satu bangunan terindah di dunia. 7. Masjid Dian Al Mahri di Depok, Indonesia Masjid dengan kubah emas yang terbaru adalah Masjid Dian Al Mahri yang letaknya di Depok, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Depok. Masjid ini mulai di bangun pada tahun 1999, dan di resmikan pada bulan April tahun 2006. Masjid ini merupakan milik pribadi dari Hajjah (Hj) Dian Djurian Maimun Al-Rasyid,seorang pengusaha dari Serang, Banten dan pemilik Islamic Center Yayasan Dian Al-Mahri. Masjid ini luas bangunannya mencapai 8.000 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 70 hektare. Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen. Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia. Pada bagian interiornya, ada pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia. Di sekitar masjid dibuat taman dengan penataan yang apik dan detail. Selain taman, juga dibangun rumah tinggal sang pendiri masjid dan gedung serbaguna yang menjadi tempat istirahat para pengunjung .Sedangkan untuk parkir, disiapkan lahan seluas 7.000 meter persegi yang mampu menampung kendaraan 300 bus atau 1.400 kendaraan kecil. Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah, dapat digunakan angkutan umum dari terminal depok ( nomor 03) yang menuju parung bingung. Dari sini bisa menggunakan ojek menuju jalan Meruyung.

Sumber : http://palingseru.com/11067/7-masjid-berkubah-emas-di-dunia
Copyright © Palingseru.com
7 Masjid Berkubah Emas di Dunia Diterbitkan Pada July 11, 2012 Masjid dengan kubah emas memang sunguh luar biasa hanya masjid masjid tertentu yang di bangun dengan kubah emas dan hanya ada beberapa masjid di dunia ini yang di bangun dengan kubah emas salah satunya adalah ke 7 masjid berikut ini mau tahu masjid apa aja itu simak 7 masjid berkubah emas berikut ini. 1. Masjid Jame’ Asr atau Masjid Bandar Seri Begawan di Brunei Masjid yang merupakan bagian dari kompleks Istana Bolkiah didirikan pada pertengahan tahun 1980-an untuk memperingati 25 tahun Sultan Hassanal Bolkiah berkuasa. Masjid ini memiliki 29 kubah yang terbuat dari emas murni 24 karat. Bangunan yang terletak di tengah taman yang asri ini mempunyai luas hampir 2 hektar lebih. Keseluruhan kawasan masjid ini dipagari dengan kisi-kisi besi dengan panjang kira-kira 1.082 km. Terdapat lima pintu masuk ke lokasi ini, disamping dua pintu khusus untuk keluarga kerajaan dan tamu negara. Masjid ini memiliki 4 menara yang masing-masing tingginya 189 kaki, dimana ada sekitar 297 anak tangga pada setiap menara tersebut. Melalui menara ini, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar masjid dan juga pemandangan Bandar Seri Begawan dan Kampong Ayer. 2. Masjid Al-Askari di Samarra, Irak Masjid Al-Askari merupakan masjid syiah yang di bangun pada tahun 944 M. Masjid ini terletak di kota Samarra, Irak. Namun sayangnya masjid ini hancur pada bulan Februari 2006 akibat tidak langung dari invasi Amerika Serikat ke Irak. 3. Masjid Qubbah As Sakhrah / Dome of the Rock di Yerusalem, Palestina Masjid Qubbah As Sakhrah atau di kenal dengan Dome of the Rock dibangun pada sekitar tahun 690M oleh Abdul Malik bin Marwan yang merupakan salah satu raja dalam bani Umayah dan kemudian diikuti dengan pembangunan Masjidil Aqsha yang selesai pada tahun 710M. Masjid ini dahulu-mungkin juga sampai sekarang- di anggap sebagai masjid Al Aqsha. Klarifikasi hal ini dapat di lihat pada blog Harry Sufehmi. Sebagian orang juga menganggap bangunan ini bukanlah masjid melainkan hanya tumpukan batu besar. 4. Masjid Suneri, Lahore, Pakistan Masjid Suneri memiliki 3 kubah emas. Satu kubah utama, 2 lainnya di sisi kanan dan kiri. Masjid ini didirikan oleh Nawab Syed Bhikari Khan, anak Wakil Gubernur Lahore pada tahun 1753 M. 5. Masjid Sultan Singapura Tahun 1928, begitu mendapat uang dari Kongsi Dagang Inggris sebanyak SGD 3000, Sultan Singapura langsung merenovasi sebuah masjid yang ada di kawasan Little India. Perubahan antara lain juga dengan mengganti kubah lama dengan kubah emas. Masjid ini segera menjadi masjid terbesar di Singapura, dari sekitar 80-an masjid yang ada. Lain halnya di Singapura. Seberapapun besar masjid dibangun di sini, tak 1 dB-pun bunyi adzan boleh dilantunkan. “Menganggu ketenangan,” kata seseorang. Meski muslim perlu pengingat sholat yang unik seperti adzan, tapi karena pemerintah tidak memahami esensi “adzan” maka adzan dilarang bunyi. Karena minoritas maka muslim di Singapura diam saja. Bergeming. Diam juga pilihan dan mereka membunyikan adzan lewat speaker dalam ruangan masjid saja: tak sampai keluar. Satu-satunya (mungkin) masjid yang boleh membunyikan adzan adalah masjid Sultan di sekitar Arab Street. Masjid Sultan adalah masjid tertua kedua di Singapura dan dikategorikan national heritage. Oleh sebab itu, ia mendapat perkecualian. 6. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin Brunei Brunei memiliki 2 masjid yang berkubah emas. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah yang didirikan pertama kali. Mulai digunakan tahun 1958, masjid ini terletak di tengah danau buatan yang bersih. Kubahnya terbuat dari emas 24 karat. Biaya pembangunannya menghabiskan USD 5 juta. Pada zamannya, Masjid Sultan Omar Ali diperhitungkan sebagai salah satu bangunan terindah di dunia. 7. Masjid Dian Al Mahri di Depok, Indonesia Masjid dengan kubah emas yang terbaru adalah Masjid Dian Al Mahri yang letaknya di Depok, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Depok. Masjid ini mulai di bangun pada tahun 1999, dan di resmikan pada bulan April tahun 2006. Masjid ini merupakan milik pribadi dari Hajjah (Hj) Dian Djurian Maimun Al-Rasyid,seorang pengusaha dari Serang, Banten dan pemilik Islamic Center Yayasan Dian Al-Mahri. Masjid ini luas bangunannya mencapai 8.000 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 70 hektare. Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen. Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia. Pada bagian interiornya, ada pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia. Di sekitar masjid dibuat taman dengan penataan yang apik dan detail. Selain taman, juga dibangun rumah tinggal sang pendiri masjid dan gedung serbaguna yang menjadi tempat istirahat para pengunjung .Sedangkan untuk parkir, disiapkan lahan seluas 7.000 meter persegi yang mampu menampung kendaraan 300 bus atau 1.400 kendaraan kecil. Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah, dapat digunakan angkutan umum dari terminal depok ( nomor 03) yang menuju parung bingung. Dari sini bisa menggunakan ojek menuju jalan Meruyung.

Sumber : http://palingseru.com/11067/7-masjid-berkubah-emas-di-dunia
Copyright © Palingseru.com
7 Masjid Berkubah Emas di Dunia Diterbitkan Pada July 11, 2012 Masjid dengan kubah emas memang sunguh luar biasa hanya masjid masjid tertentu yang di bangun dengan kubah emas dan hanya ada beberapa masjid di dunia ini yang di bangun dengan kubah emas salah satunya adalah ke 7 masjid berikut ini mau tahu masjid apa aja itu simak 7 masjid berkubah emas berikut ini. 1. Masjid Jame’ Asr atau Masjid Bandar Seri Begawan di Brunei Masjid yang merupakan bagian dari kompleks Istana Bolkiah didirikan pada pertengahan tahun 1980-an untuk memperingati 25 tahun Sultan Hassanal Bolkiah berkuasa. Masjid ini memiliki 29 kubah yang terbuat dari emas murni 24 karat. Bangunan yang terletak di tengah taman yang asri ini mempunyai luas hampir 2 hektar lebih. Keseluruhan kawasan masjid ini dipagari dengan kisi-kisi besi dengan panjang kira-kira 1.082 km. Terdapat lima pintu masuk ke lokasi ini, disamping dua pintu khusus untuk keluarga kerajaan dan tamu negara. Masjid ini memiliki 4 menara yang masing-masing tingginya 189 kaki, dimana ada sekitar 297 anak tangga pada setiap menara tersebut. Melalui menara ini, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar masjid dan juga pemandangan Bandar Seri Begawan dan Kampong Ayer. 2. Masjid Al-Askari di Samarra, Irak Masjid Al-Askari merupakan masjid syiah yang di bangun pada tahun 944 M. Masjid ini terletak di kota Samarra, Irak. Namun sayangnya masjid ini hancur pada bulan Februari 2006 akibat tidak langung dari invasi Amerika Serikat ke Irak. 3. Masjid Qubbah As Sakhrah / Dome of the Rock di Yerusalem, Palestina Masjid Qubbah As Sakhrah atau di kenal dengan Dome of the Rock dibangun pada sekitar tahun 690M oleh Abdul Malik bin Marwan yang merupakan salah satu raja dalam bani Umayah dan kemudian diikuti dengan pembangunan Masjidil Aqsha yang selesai pada tahun 710M. Masjid ini dahulu-mungkin juga sampai sekarang- di anggap sebagai masjid Al Aqsha. Klarifikasi hal ini dapat di lihat pada blog Harry Sufehmi. Sebagian orang juga menganggap bangunan ini bukanlah masjid melainkan hanya tumpukan batu besar. 4. Masjid Suneri, Lahore, Pakistan Masjid Suneri memiliki 3 kubah emas. Satu kubah utama, 2 lainnya di sisi kanan dan kiri. Masjid ini didirikan oleh Nawab Syed Bhikari Khan, anak Wakil Gubernur Lahore pada tahun 1753 M. 5. Masjid Sultan Singapura Tahun 1928, begitu mendapat uang dari Kongsi Dagang Inggris sebanyak SGD 3000, Sultan Singapura langsung merenovasi sebuah masjid yang ada di kawasan Little India. Perubahan antara lain juga dengan mengganti kubah lama dengan kubah emas. Masjid ini segera menjadi masjid terbesar di Singapura, dari sekitar 80-an masjid yang ada. Lain halnya di Singapura. Seberapapun besar masjid dibangun di sini, tak 1 dB-pun bunyi adzan boleh dilantunkan. “Menganggu ketenangan,” kata seseorang. Meski muslim perlu pengingat sholat yang unik seperti adzan, tapi karena pemerintah tidak memahami esensi “adzan” maka adzan dilarang bunyi. Karena minoritas maka muslim di Singapura diam saja. Bergeming. Diam juga pilihan dan mereka membunyikan adzan lewat speaker dalam ruangan masjid saja: tak sampai keluar. Satu-satunya (mungkin) masjid yang boleh membunyikan adzan adalah masjid Sultan di sekitar Arab Street. Masjid Sultan adalah masjid tertua kedua di Singapura dan dikategorikan national heritage. Oleh sebab itu, ia mendapat perkecualian. 6. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin Brunei Brunei memiliki 2 masjid yang berkubah emas. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah yang didirikan pertama kali. Mulai digunakan tahun 1958, masjid ini terletak di tengah danau buatan yang bersih. Kubahnya terbuat dari emas 24 karat. Biaya pembangunannya menghabiskan USD 5 juta. Pada zamannya, Masjid Sultan Omar Ali diperhitungkan sebagai salah satu bangunan terindah di dunia. 7. Masjid Dian Al Mahri di Depok, Indonesia Masjid dengan kubah emas yang terbaru adalah Masjid Dian Al Mahri yang letaknya di Depok, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Depok. Masjid ini mulai di bangun pada tahun 1999, dan di resmikan pada bulan April tahun 2006. Masjid ini merupakan milik pribadi dari Hajjah (Hj) Dian Djurian Maimun Al-Rasyid,seorang pengusaha dari Serang, Banten dan pemilik Islamic Center Yayasan Dian Al-Mahri. Masjid ini luas bangunannya mencapai 8.000 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 70 hektare. Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen. Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia. Pada bagian interiornya, ada pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia. Di sekitar masjid dibuat taman dengan penataan yang apik dan detail. Selain taman, juga dibangun rumah tinggal sang pendiri masjid dan gedung serbaguna yang menjadi tempat istirahat para pengunjung .Sedangkan untuk parkir, disiapkan lahan seluas 7.000 meter persegi yang mampu menampung kendaraan 300 bus atau 1.400 kendaraan kecil. Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah, dapat digunakan angkutan umum dari terminal depok ( nomor 03) yang menuju parung bingung. Dari sini bisa menggunakan ojek menuju jalan Meruyung.

Sumber : http://palingseru.com/11067/7-masjid-berkubah-emas-di-dunia
Copyright © Palingseru.com

No comments:

Post a Comment